![]() |
| Foto. Saat peserta didepan panggung kehormatan |
Kota Bima – Semarak kegiatan Gerak Jalan Indah dalam rangka peringatan Hari Pramuka yang ke- 65 tanggal 18 Agustus 2026 di Kota Bima mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Ribuan peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga para guru se-Kota Bima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut (jumlah regu pa/pi)
Namun, di balik kemeriahan acara, muncul pertanyaan dari sejumlah pihak terkait pengelolaan biaya pendaftaran peserta yang disebut mencapai sekitar Rp. 300 ribu per regu.
Dengan jumlah peserta yang berasal dari puluhan sekolah serta kelompok guru, publik mulai mempertanyakan berapa total dana yang berhasil dihimpun panitia dan bagaimana mekanisme penggunaannya.
Ketua Bidang Investigasi YPS Bima, Samruki, menilai panitia seharusnya membuka informasi mengenai penggunaan anggaran secara transparan.
"Jika benar setiap regu dikenakan biaya pendaftaran sekitar Rp. 300 ribu, maka panitia perlu menyampaikan secara terbuka berapa total dana yang terkumpul, digunakan untuk apa saja, dan berapa sisa anggarannya. Transparansi penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," ujarnya.
Samruki juga mengaku menerima informasi bahwa sebagian biaya pendaftaran diduga bersumber dari Dana BOS di sejumlah sekolah. Menurutnya, informasi tersebut masih perlu ditelusuri dan diverifikasi lebih lanjut sesuai ketentuan penggunaan Dana BOS.
Berdasarkan perhitungan sederhana yang berkembang di masyarakat, apabila terdapat sekitar 7 regu dari tingkat SMA dan SMK saja, maka dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp. 21 juta. Angka tersebut belum termasuk peserta dari SD, SMP, MTs, maupun kelompok guru.
Sementara itu, hadiah yang diberikan kepada para pemenang disebut hanya berupa piala dan piagam penghargaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai rincian biaya penyelenggaraan dan alokasi dana pendaftaran.
"Pertanyaan timbul kemana uang pendaftaran yang jutaan rupiah, jika tak dibuka dugaan masuk kantong panitia"
