-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

RSUD Kota Bima Pindah ke Raba, Pelayanan Belum Berjalan: Ada Apa dengan Kesiapan Rumah Sakit?

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-08T07:43:20Z


KOTA BIMA — Pemindahan RSUD Kota Bima dari lokasi lama di Ranggo ke kawasan Raba mulai menuai sorotan. Hampir dua bulan setelah proses pemindahan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat disebut belum berjalan secara optimal.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang perawat RSUD Kota Bima kepada Media ini Rabu (7/10/2026). Menurut sumber tersebut, aktivitas di lokasi baru hingga kini lebih banyak diisi dengan kegiatan penataan dan pembersihan fasilitas.

“Tidak ada pelayanan sama sekali. Setelah pindah, kami hanya melakukan bersih-bersih. Sudah hampir dua bulan,” ungkap sumber tersebut.

Jika informasi tersebut benar, kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan RSUD Kota Bima sebelum proses pemindahan dilakukan.

Pasalnya, pemindahan rumah sakit bukan sekadar memindahkan kantor maupun fasilitas fisik. Di dalamnya terdapat kesiapan tenaga kesehatan, ruang pelayanan, instalasi medis, peralatan kesehatan, sistem administrasi, hingga kepastian akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Pasien Terpaksa Menunggu, Dampak kondisi tersebut dirasakan pasien yang selama ini bergantung pada layanan RSUD Kota Bima, A. Hamid, salah seorang pasien yang rutin melakukan kontrol, mengaku mengalami kendala setelah rumah sakit dipindahkan ke Raba.

“Kalau kami rutin kontrol, tentu terkendala. Rumah sakit sudah pindah ke Raba, tetapi kalau pelayanan belum ada, kami harus bagaimana?” keluhnya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian kapan pelayanan di lokasi baru benar-benar dapat digunakan secara normal.

Mengapa Pindah Jika Belum Siap? Itulah pernyataan warga Kota Bima di areal RSUD Bima, setelah polemik Mega dan kawan-kawan kemarin.

Sebab, apabila perpindahan dilakukan tanpa kesiapan pelayanan, masyarakat terutama pasien yang membutuhkan kontrol rutin—berpotensi menjadi pihak yang paling terdampak.

Pemerintah Kota Bima dan manajemen RSUD Kota Bima perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai tahapan pemindahan, kondisi fasilitas di lokasi baru, kesiapan tenaga medis, penggunaan anggaran, serta target dimulainya pelayanan.

Publik juga berhak mengetahui apakah pemindahan tersebut telah melalui kajian kesiapan operasional dan pelayanan kesehatan.

Jangan sampai pemindahan rumah sakit hanya selesai pada aspek fisik, sementara fungsi utamanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan justru belum berjalan.

Media Kontras masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Direktur RSUD Kota Bima dan Pemerintah Kota Bima terkait kondisi tersebut, termasuk jadwal dimulainya pelayanan, kesiapan fasilitas, serta anggaran yang digunakan dalam proses pemindahan.


##http//www.kontrasbima.com

## PT.Media Kontras Nusantara

## Berita Politik/ Pemerintahan

## Kota Bima/Bima/Dompu/Sumbawa/KSB

## Editor Montndai

## Advetorial/liputan khusus



×
Berita Terbaru Update