Stress dapat dialami oleh segala lapisan
umur. Stress dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis, kuman-kuman
penyakit yang menyerang tubuh manusia menimbulkan stress biologis yang
menimbulkan berbagai reaksi pertahanan tubuh. Sedangkan stress psikologis dapat
bersumber dari beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan rasa sejahtera dan
kesimbangan hidup. Ada beberapa bentuk stress yang dapat digolongkan yaitu :
Dalam Kehidupan manusia ditandai oleh usaha dalam memenuhi kebutuhan,
baik fisik,mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat
dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Akan tetapi
kenyataannya sering kali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak
rintangan dan hambatan. Tekanan dan kesulitankesulitan hidup ini sering membuat
seseorang berada dalam keadaan stress
- Krisis yaitu perubahan atau peristiwa yang
timbul mendadak dan menggoncang keseimbangan seseorang diluar jangkauan daya
penyesuaian sehari-hari. Misal : krisis dibidang usaha, hubungan keluarga dan
sebagainya. - Frustasi yaitu kegagalan dalam usaha pemuasan
kebutuhan-kebutuhan atau dorongan naluri, sehingga timbul kekecewaan. Frustasi
timbul bila niat atau usaha seseorang terhalang oleh rintangan-rintangan. Contoh,
cacat mental, lelah, rasa rendah diri, kematian orang yang dicintai dan banyak
hal lainya, sehingga menghambat kemajuan suatu cita-cita yang hendak dicapai. - Konflik yaitu pertentangan antara dua
keingingan maupun dorongan antara kekuatan dorongan naluri dan kekuatan yang mengendalikan
dorongan-dorongan naluri tersebut. - Tekanan yaitu stress yang dapat ditimbulkan
oleh tekanan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang besar yang harus
ditanggungnya. Dalam diri sendiri seperti cita-cita, pemimpin keluarga, dan
sebagainya dan dari sisi luar mungkin istri yang selalu menuntut, orangtua yang
sesalu menginginkan anaknya berprestasi.
Faktor Terjadinya Stress
Pada umumnya stress yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas,
takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung
berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur. Kecemasan yang
berat dan lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam
menjalankan tujuan dalam hidupnya. Sehingga pada akhirnya akan menimbulkan
berbagai macam gangguan dalam jiwanya.
Reaksi Terhadap Stress
Reaksi seseorang terhadap
stress berbeda-beda tergantung pada tingkat kedewasaan kepribadian dan
pedidikan serta pengalaman hidup seseorang. Reaksi psikologis yang
mungkin timbul dalam menghadapi stress :
- Menghadapi langsung dengan segala resikonya.
- Menarik diri dan tidak terlibat dalam
persoalan yang dihadapinya atau lari dari kenyataan. - Menggunakan mekanisme dari pertahanan diri.
Mengatasi Stress
- Mengenal dan menyadari sumber-sumber stress.
Membina kedewasaan kepribadian melaui
pendidikan dan pengalaman hidup.- Mengatur pola pikir yang sehat dengan cara
merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa dalam mencapai
keingingan, Menyadari perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dan lainnya. - Berterimakasih dan bersyukur kepada tuhan
atas segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadanya. - Meminta bantuan berupa bimbingan kepada
sahabat dekat, psikolog, orang yang lebih dewasa rohaninya dan sebagainya. - Hindarilah sikap negatif
seperti memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah, hal-hal tersebut
tidak menyelesaikan masalah justru malah membuka masalah baru.
