-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Pansus Aset, Lahan 12 Are di So Sanau Kolo Dihibahkan untuk Tingkatkan PAD Kota Bima

Minggu, 05 April 2026 | April 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-05T11:10:54Z

Kota Bima – Media Kontras //.- Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor kelautan terus didorong oleh Pemerintah Kota Bima. Salah satunya melalui hibah lahan seluas 12 are yang selama ini dikelola oleh kelompok petani nelayan di wilayah So Sanau Kolo, Kecamatan Asakota.


Lahan yang berada di kawasan pesisir utara tersebut sebelumnya dimanfaatkan secara swadaya oleh masyarakat untuk kegiatan penambatan bagang, melalui kesepakatan bersama, lahan tersebut secara resmi dihibahkan guna mendukung penguatan sektor kelautan sebagai salah satu sumber PAD di Kota Bima.


Tim Pansus Aset melalui ketua Pansus Abdul Rabbi menyatakan ini lahan dengan luas 12 Are ini asalnya dari tempat pembuatan kapal milik warga keturunan, merupakan tambatan dan bongkar muat hasil laut yang kegiatannya cukup tinggi, dapat menjadi sumber PAD tutur duta Partai Gerindra ini.


Perwakilan petani nelayan So Sanau Kolo,Edi menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis kelautan.


“Kami berharap dengan pengelolaan yang lebih terarah oleh pemerintah, lahan ini bisa memberikan manfaat lebih besar, tidak hanya bagi daerah tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujarnya


Pemerintah Kota Bima melalui Lurah Kolo menyatakan bahwa lahan tersebut akan dioptimalkan untuk pengembangan kawasan produktif kelautan, seperti budidaya perikanan, pengolahan hasil laut, hingga potensi wisata bahari berbasis masyarakat di wilayah Asakota.


Langkah ini dinilai strategis mengingat potensi pesisir di wilayah So Sanau Kolo cukup besar namun belum dikelola secara maksimal. Dengan adanya hibah tersebut, pemerintah diharapkan dapat melakukan penataan, pembinaan, serta pengembangan yang lebih terintegrasi.

Selain meningkatkan PAD, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Bima.


Anggota DPRD Kota Bima asal Kolo, Sudarmon menyampaikan bahwa lahan tersebut sangat potensial untuk dijadikan dermaga rakyat untuk penambatan perahu, transportasi laut untuk bongkar muat kapal pencari ikan karena terdapat pabrik es (coldstorage)


Namun demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar pengelolaan lahan tetap melibatkan masyarakat lokal, khususnya petani nelayan yang selama ini telah menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.@KB.02/timAI.

×
Berita Terbaru Update