-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Penyebab Penyakit Vertigo

Jumat, 28 Juni 2019 | Juni 28, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-10T02:31:53Z


Kepala sering pusing dan vertigo sering dicampur adukkan. Kepala terasa enteng akibat
tekanan darah yang turun sehingga mengusik lancarnya aliran darah ke otak. Hal
ini terjadi saat anda berdiri dengan cepat dari posisi jongkok. Atau, meneguk
minuman beralkohol, dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).
Sementara gangguan kepala yang disebut
vertigo atau yang di kenal awal dengan sebutan pusing tujuh keliling adalah
timbulnya gerakan dari tubuh atau  bumi
yang di pijak akibat hilanganya keseimbangan tubuh.
 

 


Menurut pakar, vertigo
bukan penyakit melainkan reaksi normal tubuh terhadap gerakan yang tidak biasa.
Alhasil tubuh kehilangan keseimbangan. Sama-sama pusing seperti migren, tekanan
darah rendah atau anemia. Tapi ketika vertigo ‘menyerang’, Anda merasa seolah
limbung, padahal sedang diam tak bergerak. Ruangan tampak berputar atau miring
ke satu sisi.
Dalam buku vertigo: patofisiologi,
Diagnosis, dan terapi oleh Nurdjaman Nurimba, AA joesoef, dan Andradi S,
disebutkan bahwa vertigo merupakan kumpulan atau satu sindroma yang terdiri
dari gejala sistem somatik, otonomik, dan pusing.





Gejalanya Vertigo



Keluhan vertigo sering dialami oleh orang
tua yang berumur 75 tahun. 50% dari mereka datang ke dokter dengan keluhan
vertigo. Banyak lansia (lanjut usia) yang justru menjadi agorafobia, yaitu
mengurung diri dalam kamar karena takut jatuh.
Gejala vertigo antara lain hilangnya
keseimbangan sehingga membuat anda berjalan sempoyongan. 





Gejala lain, berdiri
dan duduk tak tegak, limbung, rasa mual, muntah, wajah memucat, keringat
dingin, kepala ringan, perasaan tidak enak, posisi kepala cenderung ke arah
tertentu, dan mata bergerak ulang alik diluar kontrol. Anda juga bisa mengalami
oscillopsia, yaitu melihat obyek diam seolah bergoyang atau obyek tunggal
tampak ganda (diplopia). Keluhan vertigo bisa salah satu atau campuran dari
beberapa gejala tersebut.




Penyebabnya Vertigo


Dalam
literatur medis, vertigo bisa merupakan ekses dari 80-100 penyakit. Namun
secara global, penyebabnya dapat dikategorikan sebagai penyakit vestibular,
yaitu bagian telinga dalam tempat fungsi keseimbangan diatur. Diantaranya
terjadi infeksi tumor, perdarahan, atau alergi. Kemudian, penyakit pada saraf
pusat, seperti hipertensi kronis, trauma kepala/labirin, migren dan epilepsi.
Atau adanya kelainan endokrin, misalnya saat menstruasi hamil menopausse,
ataupun kelainan psikiatri berupa depresi, neurosa, sindroma hiperventilasi,
dan fobia. Tak tertutup kemungkinan kasus vetigo akibat kelainan pada mata.







Ada perlunya juga anda tahu beberapa
penyebab vertigo: Sindroma Meniere, diduga
timbul akibat bertumpuknya cairan disatu atau kedua telinga. Penderita biasanya
orang setengah umur dan ditandai dengan ketulian dan tinitus (di dalam teliinga
terdengar suara menderu, mendesing, atau berdering). Meniere yang berat diikuti
dengan vertigo. Si penderita nyaris tak mampu bangkit dari  tempat tidur, bdan menggigil, dada sesak,
diare, mual, atau muntah-muntah. Makin berat meniere, organ dalam telinga bisa
rusak.


 




Benign Postural
Vertigo (BPV)
yang
jinak. Vertigo muncul bila mekanisme keseimbangan tidak berfungsi atau dikenal
dengan istilah kegagalan labirin (vestibular). Akibatnya, tubuh menerima sinyal
yang salah. Beberapa detik, kepala pusing saat berbaring atau menengok
kebelakang. Kasus BPV ada yang disertai infeksi, namun alat pendengaran aman.





Kegagalan
Vestibular secara mendadak
terjadi
bila labirin atau saraf yang berkaitan tiba-tiba berhenti berfungsi. Gejalanya
ditandai dengan pusing berat yang timbul dadakan, mual, dan ingin muntah. Serangan
ini bisa berlanjut sampai beberapa minggu, dan memburuk jika kepala digerakkan.
Alat pendengaran tidak terganggu.





Labirinitis adalah ketidak seimbangan mekanisme ditelinga bagian
dalam akibat radang ( inflamasi) yang disebabkan oleh penyebaran viruz dalam
epidemi kecil. Semua ini juga berbuntut ke vertigo. Gejala tipikal pada orang
muda mirip flu dengan pusing kepala, lalu hilang dalam beberapa hari, meski ada
juga yang awet sampai 1-2 tahun. Kebanyakan keluhan hilang tanpa meninggalkan
efek apa-apa.





Otitis Media  atau infeksi di tengah telinga yang mengusik
keseimbangan tubuh, seandainya dibiarkan berlarut. Sayangnya, infeksi telinga
terjadi tanpa gejala, makanya kadang bisa berlarut sampai bertahun-tahun.


×
Berita Terbaru Update