Kota Bima – Kelangkaan semen dan gas LPG 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah wilayah Kota Bima mulai menimbulkan keresahan masyarakat. Selain sulit ditemukan di pasaran, harga kedua komoditas tersebut juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga membebani warga, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya karena stok yang tersedia sangat terbatas.
"Saya sudah mencari gas sejak pagi, tapi hampir semua pangkalan mengatakan stok habis. Kalau ada di pengecer, harganya jauh lebih mahal," ungkap Siti Hafsah, warga Sarae Kecamatan Rasanae Barat.
Marwan warga Kelurahan Rabadompu yang jalan keliling dengan Varionya menyatakan kesulitan mendapatkan Gas LPG 3 Kg.
Tidak hanya LPG, kelangkaan semen juga dikeluhkan masyarakat yang sedang membangun maupun merenovasi rumah. Keterbatasan pasokan menyebabkan harga semen mengalami kenaikan dan menghambat sejumlah proyek pembangunan skala kecil di tengah masyarakat. Fenomena kelangkaan LPG 3 kg sendiri pernah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pada awal tahun 2026, kuota LPG 3 kg untuk Kota Bima dilaporkan mengalami penurunan sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya, sehingga berpotensi memicu gangguan pasokan apabila tidak diantisipasi secara serius. Pemerintah Kota Bima bahkan telah melakukan rapat koordinasi khusus untuk membahas ketersediaan LPG bersubsidi bagi masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menilai pemerintah daerah kurang sigap dalam mengantisipasi kelangkaan barang kebutuhan masyarakat.
Ketua LSM Lembaga Hukum Nasional ( Gakumnas ) Ahmad Yani, mengatakan pemerintah daerah seharusnya lebih aktif melakukan pengawasan distribusi serta berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait agar pasokan tetap tersedia.
"Kelangkaan yang terus berulang menunjukkan lemahnya pengawasan dan langkah antisipasi pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat selalu menjadi korban karena lambannya penanganan masalah distribusi," tegasnya.
Menurutnya, Pemkot Bima perlu segera melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun distribusi yang tidak tepat sasaran.
LSM Gakumnas juga mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan operasi pasar dan pengawasan intensif terhadap jalur distribusi semen serta LPG 3 kg.
Dalam pantauan media ini harga semen Rp. 70 - 75 per zak sedangkan harga gas 3 kl Rp.30 - 40.000
Sementara itu, pemerintah daerah mengaku terus berkoordinasi dengan pihak distributor dan agen guna memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat. Namun hingga saat ini, warga berharap langkah konkret segera dilakukan agar kelangkaan tidak berlangsung lebih lama dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.@Red