-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Diduga Yayasan Islam "Curang" Peserta Lelang Protes

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T14:25:54Z
Permainan antara penyelenggara dan peserta selalu menjadi biang serta pemicu dari keributan dalam hal pelelangan tanah

Kota Bima - Hasil pelelangan tanah milik Yayasan Islam Bima yang berlokasi di So Ngari Dompo, Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, menuai sorotan dan protes dari para peserta lelang.


Sejumlah peserta menilai proses pelelangan tidak berjalan secara transparan dan diduga sarat kejanggalan. Bahkan, panitia lelang dituding tidak melibatkan peserta yang hadir sejak awal dalam proses penentuan pemenang.


Salah satu peserta lelang, Ipul mengungkapkan bahwa dirinya bersama peserta lain telah berada di lokasi sejak pagi hari sebelum proses pelelangan dimulai. Namun, mereka mengaku tidak pernah diberitahu saat proses berlangsung.


“Kami sudah hadir di kantor yayasan dari pukul 08.00 pagi. Tapi saat proses pelelangan berlangsung, kami tidak diberitahu. Tiba-tiba saja sudah ada pengumuman pemenang,” ujarnya, Senin (8/6).


Ia menilai, mekanisme seperti ini patut dicurigai karena tidak mencerminkan asas keterbukaan dalam proses lelang. Furkan juga menduga adanya indikasi pengarahan kepada kelompok tertentu.


“Cara seperti ini patut kita curigai. Kenapa panitia tidak terbuka, padahal kami sekitar 20 orang hadir saat itu. Tapi tidak dilibatkan sama sekali dalam proses pelelangan,” tegasnya.


Hal senada disampaikan peserta lainnya, Ahmad, yang mengaku kecewa dengan sikap panitia lelang. Ia menilai proses tersebut tidak profesional dan tidak menghargai kehadiran peserta.


“Kami sangat kecewa. Harusnya kami yang sudah hadir dipanggil dan diikutsertakan dalam proses. Jangan setelah ada pemenang baru kami diberitahu,” ungkap Ahmad.


Sementara itu, peserta lain, Marno, secara tegas menolak hasil pelelangan yang telah ditetapkan. Ia meminta agar proses lelang diulang secara terbuka dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami tidak menerima hasil ini. Kami minta dilakukan pelelangan ulang secara transparan. Kami menduga ada permainan antara panitia dan kelompok tertentu,” tegasnya.


Para peserta lelang juga berencana akan mengajukan surat keberatan secara resmi dalam waktu dekat, serta melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada aparat penegak hukum.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia lelang dari Yayasan Islam Bima belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh para peserta. (Red)

×
Berita Terbaru Update