![]() |
| Ketua DPC ORGANDA KOTA BIMA, MUCHSIN |
KontrasBima.Com.- Adanya rencana Gubernur NTB pada tahun mendatang akan menaikan tarif penyebrangan laut ferry Pototano-Kayangan membuat pengusaha jasa tranpostasi darat meradang sehingga pihak Organdapun angkat bicara.
Ketua DPC Organda Kota Bima, Muchsin mewakili pengusaha jasa transportasi menolak serta menyayangkan kebijakan Gubernur NTB tersebut. Sebab menurutnya pihak pemerintah harus banyak mempertimbangkan berbagai faktor lebih-lebih masyarakat masih terdampak kebijakan PPKM dan kenaikan barang yang tidakmenentu, hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Orgada Kota Bima, Muchsin Di sekretariat Organda Jalan Soekarno Hatta Kota Bima,Senin {29/11}.
Masih menurut Muchsin juika kenaikan tarif laut harus juga darat dan udara juga harus naik,sebab menurutnya semua menggunakan BBM,dan sebagainya sebagai operasional.
“Semua memakai BBM dan sebagainya sebagai bahan operasional yang beda jalur saja yakni Darat, laut,udara, jika dinaikan harus semua jalur dinaikan”.
Ditengah keterpurukan saat pendemi Covid-19 ini para pengusaha mencoba bangkit kembali namun saat mulai membaik para pengusaha dihadapkan dengan kenaikan tarif laut penyeberangan Pototano-Kayangan,ini yang membuat kami sangat menyayayngkan dan Gubernur NTB harus dapat mempertimbangkan serta merevisi kembali rencana kebijakan tersebut,tegasnya.
Ketua Organda Kota Bima, Muchsin juga menyindir peran anggota DPRD Provinsi NTB yan g seharusnya sikap karena ini akan mempunyai dampak yang luas terhadap transpotasi dan ekonomi. Pihaknya akan melakukan koordinasi denga organda Provinsi untuk bersurat secara resmi ke DPRD Provinsi N TB
Harapannya agar Gubernur NTB, Dr.H.Zukifliemansyah meninjau kembali rencana untuk menaikan tarif ferry penyaberangan pototano – kayangan serta dapat melakukan kajian secra koperenshif dan mempertimbangkan saran dari organda sebagai organisasi pengusaha jasa transportasi, harap Muchsin.KB.02@
