Pikun merupakan suatu kelainan pada saraf dan
otak yang umumnya diderita oleh orang tua yang sudah jompo. Dalam dunia medis,
kata pikun lebih dikenal dengan dementia. Orang yang menderita pikun biasanya
tidak dapat berpikir dan beraktivitas dengan baik. Hal ini disebabkan olah
adanya kemunduran sel-sel otak tersebut. Sel-sel otak yang mati tidak akan
tumbuh kembali dan tidak bisa digantikan oleh sel yang lain. Bila hal ini
dibiarkan, dilhawatirkan kepikunan ini akan bertambah kuat dan berubah menjadi
alzheimer. Pikun tidak hanya terjadi pada orang yang
sudah lanjut usia. Tapi bisa juga diderita oleh orang-orang yang usianya
tergolong muda. Berikut adalah tiga ciri penderita pikun.
- Adanya
penurunan inteligensi atau penurunan kecerdasan. - Penurunan
inteligensi tersebut terjadi secara perlahan-lahan seiring berjalannya waktu
yang semakin lama dirasakan semakin parah. - Penurunan
inteligensi bisa disebabkan oleh adanya gangguan-gangguan pada otak dengan
berbagai sebab, seperti benturan atau kecelakaan. - Berdasarkan
peluang kesembuhannya, pikun dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut.
- Pikun
yang tidak bisa diobati. Kepikunan
jenis ini umumnya menyerang seseorang yang sudah berusia lanjut. - Pikun
yang bisa di obati dan disembuhkan.
Umumnya, pikun yang bisa
diobati adalah jenis pikun yang diderita oleh orang-orang yang berusia relatif
muda.
Faktor-faktorpenyebab pikun
Banyak
faktor yang dapat menyebabkan kepikunan pada seseorang. Berikut ini diuraikan
beberapa penyebab kepikunan secara umum.
- Faktor
Usia, Umumnya
penyakit pikun diderita oleh orang-orang yang sudah lanjut usia, yaitu pada
usia 50-70 tahun. - Gaya
hidup, Penyebab
gaya hidup yang tidak sehat adalah seperti meokok. Mengonsumsi makanan berlemak
dan berkolesterol tinggi. Mengonsumsi alkohol atau narkotika, serta terlalu
sering menngonsumsi makanan yang mengandung zat aditif buatan. - Penyakit, Penderita
penyakit seperti stroke ginjal, hati hepertensi, jantung koroner, kencing
manis,dan obesitas bisa terserang kepikunan. - Keracunan, Keracunan
karena mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kepikunan. - Benturan
pada kepala, Kepala
yang sering mengalami benturan baik kaena pukulan, jatuh, maupun kecelakaan
bisa menyebabkan kepikunan. - Stres, Menurut
Zevan Khachanurian dari The National Institute of Aging Los Angles, Amerika
serikat, sel-sel di hippocampus (bagian otak sebelah dalam) terpaksa bekerja
lebih keras pada kondisi stres. Akibatnya oyak menjadi lelah dan mudah rusak. - Kekurangan
Vitamin, Kekurangan
vitamin B12 dan asam folat bisa menyebabkan kepikunan. - Infeksi, Adanya
infeksi pada bagian otak dan tulnag seperti AIDS dementia complex dan penyakit
Creutzfedljakob bisa menyebabkan kepikunan. - Hydrocephalus merupakan penyakit karena adanya penimbungan cairan di otak sehingga kepala
membesar dan dapat menimbulkan kelainan pada perkembangan mental, timbul
infeksi, dan tumor pada otak. - Dementialewy
body and pick adalah kerusakan yang terjadi di dalam sel-sel saraf otak.
Gejala-Gejala Penyakit Pikun
Berikut
ini adalah beberapa gejala yang umum yang terjadi pada penderita pikun.
- Sering
lupa. - Kesulitan
melakukan aktivitas sehari-hari. - Kesulitan
berbicara. - Disorientasi
tempat dan waktu. - Penilaian
yang kurang sesuai. - Bermasalah
dengan pola pikir abstrak. - Sering
melakukan kesalahan meletakkan sesuatu. - Suasana
hati mudah berubah. - Perubahan
kepribadian. - Pasif.
Cara mengatasi pikun
Berikut
ini adalah beberapa cara mencegah atau memperlambat terjadinya risiko
kepikunan.
- Makanlah
dengan pola makan yang sehat. - Pertahankan
berat badan ideal dengan cara diet yang sehat dan teratur - Hindari
minuman beralkohol dan merokok. - Beri
nutrisi otak. - Bagi
orang yang sudah menikah, lakukan hubungan suami-istri dua kali dalam seminggu. - Hindari
narkotika dan zat-zat psikotropika. - Rutinlah
memeriksakan tekanan darah. - Istirahatkan
mata selama 7 hari sehari dengan cara tidur yang lelap dan kurangi menonton
televisi. - Rutinlah
melakukan olahraga. - Beusahalah
untuk selalu mengaktifkan otak dengan cara belajar, membaca, melukis, atau menulis. - Berusahalah
untuk selalu mengulangi informasi baru untuk disimpan didalam ingatan. - Bersantailah
dan berusahalah menjauhi pikiran-pikiran negatif. - Aktiflah
dalam kegiatan kemasyarakatan. - Lakukan
konseling dengan psikolog serta buka diri terhadap orang lain. - Buatlah
catatan-catatan berharga dalam buku harian. - Lakukan
senam otak.
